25 Orang dari Bank SulutGo Kunjungi Pak Oles Green School

0
186

Sebanyak 25 orang rombongan dari Bank SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo) mengunjungi kebun pertanian organik (Bokashi Farm) di Pak Oles Green School yang berlokasi di Jalan Waribang, Denpasar Timur, Bali. Rombongan yang diterima Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto diberikan penjelasan panjang lebar seputar pertanian organik berikut diperkenalkan berbagai produk turunanya yang mengaplikasikan teknologi EM4 (Effective Microorganisms) dari Jepang.

Selain memperkenalkan sejumlah produk yang sudah populer dari PT Karya Pak Oles Tokcer, Koentjoro Adijanto yang akrab disapa Yoyok ini pun juga memperkenalkan cara membuat pupuk organik kepada rombongan dengan sentuhan teknologi EM4, yang lisensinya satu-satunya di Indonesia dipegang Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer.

Perwakilan rombongan Bank SulutGo, Eka Mayesti Daeli menyampaikan tujuan kunjungannya ke Bokashi Farm (Pak Oles Green School) adalah untuk mempersiapkan para karyawan bank yang segera akan memasuki masa persiapan pensiun (MPP). Manajemen Bank SulutGo mempersiapkan karyawan yang sudah berdedikasi dan loyal terhadap perusahaan diberikan pengetahuan tambahan untuk aktivitas nanti ketika sudah benar-benar pensiun.

“Pengetahun dari pembelajaran ini nantinya diharapkan bisa untuk menambah kegiatan dan syukur-syukur bisa nantinya mengoptimalkan mendapatkan finansial. Jadi saat benar-benar sudah pensiun tidak menganggur ya, namun tetap ada aktivitas walaupun itu tidak seratus persen mencari duit. Ya, artinya di satu sisi ada aktivitas, dan yang kedua dari identitas, saya punya bisnis lho,” ujar Eka Mayesti Daeli, Selasa (11/6/2024).

Dalam kegiatan ini, perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan dan konsultan ini bekerja sama dengan Bank SulutGo. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan dan konsultan, kata Eka, pihaknya mengaku bagaimana mempersiapkan para karyawan yang akan memasuki masa pensiun itu agar tidak mengalami post power syndrome, dan juga bagaimana menjaga kesehatan.

Melalui pembelajaran di Bokashi Farm Pak Oles ini, mereka diharapkan mampu memanfaatkan pengetahuan pembelajaran, seperti molase yang sangat bermanfaat dalam kegiatan rumah tangga untuk tanaman, peternakan, juga belajar bagaimana membuat pupuk organik. Bagi yang punya lahan dan ingin berkebun dan agar tak mudah kena hama, maka agar mengoptimalkan tidak menggunakan bahan-bahan pestisida/kimia karena nantinya produk tersebut akan berdampak kurang baik untuk dikonsumsi.

Selain itu, manfaat lain yang diperoleh dari edukasi di Pak Oles Green School adalah dalam mengoptimalkan limbah-limbah urmah tangga yang bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme yang selama ini terbuang begitu saja. “Kita juga sudah diajarain bagaimana komposisi bahan-bahan pembuatannya, seperti air, molase dan buah-buahan. Ini sangat menambah pengetahuan bagi kami,” ujar Eka.

Dalam peluang bisnis, Eka pun menyebutkan misalnya dalam pembuatan pupuk organik. Jadi dari Bokashi Farm mengajarkan dalam proses pembuatannya, dan hasilnya setelah jadi pupuk bisa dijual dalam bentuk kemasan berbagai ukuran, misalnya ukuran 1 kg, 5 kg, atau bisa 1 karung. “Nah ini kan bisa ditawarkan ke masyarakat yang sekaligus mengedukasi masyarakat untuk tidak sering menggunakan pupuk kimia,” katanya.

Karena manfaat yang didapat sangat nyata, itu juga sebabnya, Bank SulutGo yang bekerja sama dengan PT Sembaga Berdikari Konsultan sudah melakukan kunjungan yang ketiga kalinya ke Pak Oles Green School. “Jadi kunjungan ini, bagi kami sangat bermanfaat sekali. Dari Bank SulutGo sudah berkunjung ke Bokashi Farm sudah yang ketiga kalinya bekerja sama dengan PT Sembaga Berdikari Konsultan,” kata Eka.

Tentang kesannya yang sudah berkunjung sebanyak tiga kali, Eka memuji manajemen Bokashi Farm Pak Oles ini. Selain arealnya yang luas dengan suasana pedesaan yang nyaman, juga merasa puas dengan penyambutan dan edukasi yang diberikan dari manajemen. “Pak Yoyok (maksudnya Manajer Koentjoro Adijanto) sangat welcome, sangat care dan juga mentransfer knowledge-nya. Karena sangat bermanfaat, makanya kami jauh-jauh dari Manado sampai berulang-ulang ke sini. Jadi edukasi ilmunya sangat besar,” aku Eka Mayesti Daeli.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini