Tanaman Padi Aplikasi EM4 Tumbuh Subur-Produksinya Tinggi

0
400
Tanaman padi aplikasi EM4 tumbuh subur dan produksi tinggi.

Bagi petani yang sudah mengaplikasikan pertanian organik berbasis Teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4) pertanian bisa membandingkan dengan kimia dari segi biaya.

Pertanian organik berbasis EM jauh lebih murah. Dengan memanfaatkan limbah yang ada di lingkungan sekitarnya seperti jerami, daun-daun hijau,kotoran sapi dan lain-lain semuanya dapat digunakan sebagai pupuk dengan fermentasi EM4 pertanian.

Hal itu telah dirasakan manfaatnya oleh Pak Ajid, seorang petani padi yang tinggal di Desa Jati, Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Sosok pria enerjik ini, dengan Bahan organik, kaya akan sumber hidup (Bokashi) sentuhan EM4, produksi PT Songgolangit Persada, tanaman padi tumbuh subur, saat panen produksi padi tetap tinggi, bahkan lebih unggul dibandingkan menggunakan pupuk kimia.

Bahkan mampu menjaga keseimbangan kandungan tanah. Tanah lebih subur saat dibajak dan lebih gembur,’’jelas Pak Ajid.

Oleh sebab itu minat petani di lingkungan sekitarnya sekarang lebih memanfaatkan pupuk organik secara maksimal, mengingat lahan pertanian di wilayah Tarogong sudah cukup krisis, akibat petani terlalu banyak menggunakan pupuk kimia.

Untuk menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah dan tidak ada cara lain, kecuali memanfaatkan pupuk berbahan alami. Persiapan lahan, jadi sehabis panen jerami padi jangan dibakar dibabat aja dan dihamparkan dipermukaan tanah ditambah bahan organik lainnya seperti kotoran hewan, sisa sisa limbah lainnya disebar secara merata.

Untuk lahan sawah seluas satu hektar ditebar 4-10 ton bahan organik, kemudian genangi lahan dengan air diberi EM4 aktif sekurang sedikitnya 100 liter, biarkan selama 3-4 minggu.

Tahap pengairan setiap 2 minggu tanaman padi perlu disemprot dengan EM4 aktif sampai padi siap dipanen. Keberhasilan Pak Ajid dalam budidaya tanaman padi dengan EM4 kini, mendapat respon positif dari petani sekitarnya.

‘’Kelompok tani kami mengadakan berbagai pelatihan membuat Bokashi padat dan bokashi cair baru-baru ini,’’jelas Pak Ajid. Menurutnya aplikasi teknologi EM4 dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 85 persen, ‘’Jadi warga yang menggunakan pupuk organik tidak murni organik. 15 persen masih menggunakan pupuk kimia.

Teknologi EM4 merupakan teknologi budidaya pertanian untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah dan tanaman, dengan menggunakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

EM4 adalah kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan yang berasal dari alam Indonesia, bermanfaat bagi kesuburan tanah, pertumbuhanan dan produksi tanaman serta ramah lingkungan.

EM4 mengandung mikroorganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri dari bakteri Asam Laktat (Lactobacillus Sp), Bakteri Fotosentetik (Rhodopseudomonas Sp),Actinomycetes Sp, Streptomyces SP dan Yeast (ragi) dan Jamur pengurai selulose, untuk memfermentasi bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh akar tanaman.

Teknologi ini bekerja secara terpadu dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah, serta meningkatkan kualitas pertumbuhan tanama secara bersamaan.

Tak dipungkiri, model pertanian organik teknologi EM4 dinilai lebih efisien, bernilai ekonomis tinggi, produknya aman dikonsumsi masyarakat, dan ramah lingkungan.

Para pakar pertanian menilai, sistem pertanian organik berteknologi EM4 menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan pangan dan lingkungan.

Jika model pertanian organik ini dikembangkan secara teknik yang tepat, ekonomis dapat berkembang, secara kultur pun dapat diterima. Tak hanya itu, sekarang ini pertanian organik teknologi EM4 dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk dan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini