Instruktur Yoga Internasional yang juga penggagas dan pencipta yoga keseimbangan dan keberanian (Sembrani), Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menegaskan, melenturkan badan dengan gerakan yoga yakni sikap asana duduk bersila, tenang, rileks, sukhasana (happy) sangat penting. Dalam yoga selain rileks ada peregangan (stracing) dan memampetkan tulang belakang.
“Saat menundukkan bahu dengan menekuk kaki akan terjadi peregangan pada tulang belakang, sedangkan saat kembali tegak adalah memampetkan. Kemudian ada juga gerakan twist untuk otot tulang belakang dengan cara memutar ke samping, kanan-kiri yang manfaatnya sangat baik untuk kesehatan” kata Dr. Wididana, Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup ketika melatih yoga kepada karyawan/ti di ruang Yoga Room Jalan Letda Kajeng, Yangbatu Kangin Denpasar.
Ia menambahkan, dalam gerakan yoga dan qigong ada lagi gerakan paha pada sendi-sendi peluru dengan cara diangkat ke samping kanan dan kiri diputar, termasuk sendi leher serta memutar pinggul, karena tubuh yang tidak pernah dilatih yoga menjadi kaku.
“Kenapa kaku?, karena tulang terlalu mepet, apalagi kita tahunya hanya persendian, tapi di dalamnya banyak antar sel ada tendon, ada daging, ada otot yang mengitari dan membungkus tulang-tulang kering dan tulang paha disebut tendon,” tutur Pak Oles, yang mengintensifkan latihan yoga para karyawan di unit-unit usaha bisnis sejak setahun terakhir.
Jika antar sel dalam tubuh mengalami mampat pasti tidak bisa melakukan gerakan mencium lutut, antar tulang belakang harus ada rongga, ada jarak agar tidak stak sama dengan tubuh kita perlu diregangkan agar tidak sakit.
“Tehnik meregangkan tubuh ini hanya bisa dilakukan melalui gerakan yoga dan qigong. Dokter sendiri tidak bisa meregangkan tubuh, kecuali hanya bisa memberikan jalan, tapi kita sendiri yang meregangkan, dokter hanya mengasi resep, kita lah tugasnya meregangkan tubuh sendiri setiap hari, “harap Dr. Wididana yang segera mengoperasikan “Pak Oles Yoga Studio” yang melatih berbagai jenis gerakan yoga untuk masyarakat umum lintas generasi.
Ia menjelaskan, dalam bahasa Bali, orang baru bangun tidur pagi hari disebut “mekiud”atau ngulet itu sebenarnya meregangkan otot yang bisa membuat sehat dan awet muda.
“Kalau dalam gerakan Qigong itu disebut burung kuntul, jika dalam silat habis pukul harus rileks, tapi rileks yang waspada, kalau konsepnya di yoga begitu,” tutur Pak Oles, alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang dan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.linktr.ee/pakolescom