Apa yang membedakan orang yang berhasil dan orang yang tidak berhasil dalam menyelesaikan masalah? Jawabannya adalah jam terbang yang berbeda. “Semakin lama jam terbang Anda, maka Anda akan menjadi semakin ahli,” ujar Dirut PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr.
Dr. Wididana mengatakan, teori jam terbang diambil dari keahlian pilot mengemudikan pesawat terbang. Pilot yang mahir memiliki jam terbang tinggi, sedangkan pilot pemula memiliki jam terbang rendah. Semakin berpengalaman seseorang terhadap masalah atau keahlian tertentu, maka dia akan memiliki jam terbang yang tinggi, sebagai konsekuensinya dia akan mendapatkan bayaran atau penghasilan yang tinggi pula.
Alumnus Program Pasca Sarjana (S-2) Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang (1987-1990) mencontohkan, seorang dokter yang memiliki jam terbang tinggi, hanya dengan melihat gejala pasien dan dengan tanya jawab tentang kesehatan pasien, dokter tersebut bisa mendiagnose penyakit dan memberikan obat atau tindakan kepada pasien dengan tepat.
“Teori jam terbang berlaku dalam segala bidang pekerjaan dan keahlian. Seperti dikatakan bahwa pengalaman adalah guru, dengan pengalaman seseorang mendapatkan guru dan belajar melalui praktik langsung,” ujar pria selalu tampil enerjik yang biasa disapa Pak Oles.
Pak Oles mengatakan, Yoga Teacher Training 200 jam adalah contoh nyata teori jam terbang. Dengan melakukan Latihan yoga intensif selama 20 hari (1 hari 10 jam), yang dilatih oleh guru yoga professional, maka orang yang berlatih tersebut bisa diberikan sertifikat untuk melatih atau menjadi guru yoga.
“Latihan yoga yang dilakukan setiap hari (2 jam sehari), selama 1000 jam (selama 1,5 tahun), selama 10.000 jam (15 tahun) akan membuat seorang guru yoga menjadi semakin ahli. Teori jam terbang ini juga sangat jelas dilihat pada keahlian insinyur mesin/komputer, dokter ahli, atlet, dan sebagainya,” ujar Pak Oles yang juga merupakan guru yoga international.
Alumnus program S-3 Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar menambahkan, jika Anda baru tamat dari universitas, artinya anda hanya baru memiliki sertifikat, yang harus dipraktikkan keahlian anda selama 1.000 jam dan terus praktik selama 10.000 jam, sehingga anda bisa menjadi seorang ahli.
Kebanyakan generasi milenial, atau generas Z, ingin jalan pintas, ingin cepat-cepat menjadi ahli tanpa harus menjalani banyak praktik. Mereka ingin memakai jurus copy paste, jurus kecerdasan buatan (Artificial Inteligent), yang tampaknya cepat dan wah, tetapi kenyataannya mereka berjalan pelan dan tidak menghasilkan sesuatu yang baru. Akhirnya mereka menemukan kenyataan hidup yang keras dan tidak sesuai harapan.
Untuk berhasil, maka tidak ada jalan pintas, kecuali terus berusaha dan praktik, sampai anda menguasai detil dari kerja, sampai berhasil dan sempurna. Pepatah mengatakan praktik memberikan kesempurnaan, “practice make perfect,” semakin banyak praktik maka akan dijumpai semakin baik dan sempurna. “Semakin tinggi jam terbang, maka Anda akan semakin pintar menyelesaikan masalah, semakin ahli, dan juga semakin sukses,” tegas Dr. Wididana.linktr.ee/pakolescom