
Bagaimana cara memulai bisnis? Begitulah kira-kira pertanyaan yang diajukan oleh seorang peserta seminar. Saya teringat dengan jawaban Gus Dur saat ditanya pertanyaan yang susah dan rumit, hanya dijawab dengan santai: “Begitu aja kok repot,”. Artinya, ya, dikerjakan saja, jangan terlalu dipikir berat-berat, tapi juga harus dipikir, tetap fokus dan relaks.
Jawaban itu kelihatannya gampang, tapi susah dijelaskan, jadi cara menjelaskannya dengan mudah adalah dengan meniru jawaban Gus Dur, “Begitu aja kok repot”.
Keberanian, begitulah kata kunci untuk memulai bisnis. Kalau tidak berani, berarti tidak ada usaha untuk memulai, dan terus mencari jalan atau cara untuk menjadi lebih baik, secara bertahap melangkah maju, terus belajar, fokus, dan jalan yang baik akan ditemukan.
Berani memulai dan terus melanjutkan dengan fokus. Terlalu banyak orang yang hanya suka membicarakan, berdiskusi tentang sesuatu, hanya sedikit orang yang berani memulai dan banyak mendengarkan tentang sesuatu.
“Itulah bedanya antara pelaku dan penonton. Pelaku melakukan aksi, penonton menonton dan membicarakan aksi, tutur Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, sosok pria enerjik yang akrab disapa Pak Oles, yang menjabat Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup.
Ia mengatakan, sebagai pelaku bisnis, seseorang harus banyak mengumpulkan informasi bisnis yang ingin dilakukan, dengan cara mendengar (bertanya), membaca, melihat (ke lokasi), merasakan langsung (tentang produk /jasa), dan berpikir.
ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan manusia turun melalui kelima inderanya, dengan cara membaca, mendengar (keilmuan); berpikir (fokus), relaksasi (kontemplasi, meditasi).
Di jaman modern, relaksasi dilakukan dengan berbagai cara, seperti olah raga, golf, pijat/spa, yoga, berdoa, meditasi, melakukan hobi, mengerjakan hal-hal kecil seolah melupakan apa yang dipikirkan, seperti menyapu atau berkebun, dan karena efek relaksasi ditemukan dari aktivitas relaksasi tersebut, maka suatu ide/pemikiran baru, yang sebelumnya tidak terpikirkan sekelebat muncul dalam pikiran, disebut dengan AHA momen, artinya, “oh… begitu”. Pemikiran baru itulah memberikan jawaban kunci (bisnis atau ilmu lainnya) untuk hal-hal yang sebelumnya ditanyakan atau meragukan.
Berkat mengetahui jawaban kunci itulah, seorang pebisnis memiliki keberanian untuk memulai dan melanjutkan dengan teguh. Keberanian adalah suatu sikap mental untuk memulai dan gigih berjuang sampai berhasil.
Sering kali jawaban-jawaban yang ditemukan tidak seratus persen benar, minimal 60-70% memiliki kebenaran. Sisanya ditemukan lagi dengan terus mencari, dengan teori, praktik dan kontemplasi.
Di sinilah kita menemukan hubungan antara bisnis dan spiritual, antara nyata (material) dan tidak nyata (spiritual), dari pikiran manusia (ide) melahirkan sesuatu produk, dari suatu produk manusia terus berpikir melahirkan pikiran-pikiran baru untuk menghasilkan produk-produk baru.
“Artinya pikiran yang fokus dan relaks bisa bekerja maksimal dengan keberanian berkaya, melahirkan kreativitas, inovasi baru untuk produk-produk baru, untuk tujuan mewujudkan kesejahteraan manusia, hidup yang lebih baik dan berkualitas.
Pengalaman atau jam terbang dari seorang pebisnis juga merupakan pembeda keberhasilan. Dengan pengalamannya, seorang bisa lebih cepat memutuskan dan melakukan sesuatu yang dipikirkan. Karena pengalaman adalah guru, dia bisa dipelajari dan diajarkan oleh orang yang berpengalaman, melalui diskusi, bertanya, atau membaca buku/pikiran orang yang berpengalaman tersebut.
Seorang pebisnis harus berani memulai, walau sedikit atau dengan langkah kecil, sambil terus belajar dengan langkah yang lebih besar. “Gitu aja kok repot.”linktr.ee/pakolescom