Sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran kandang ternak sapi dan limbah dapur basah untuk membuat pupuk kompos dengan fermentor EM4.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah kotoran kandang ternak sapi dan limbah dapur basah untuk membuat pupuk kompos berbasis teknologi Effektive Microorganisms 4 (EM4) kepada Kelompok Tani dan masyarakat di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara.

Ketua Tim Pelaksana kegiatan tersebut, Verry R,h Warouw mengatakan, limbah dapur basah biasanya menjadi masalah serius bagi rumah tangga yang harus dapat segera diatasi.

Dalam kegiatan sosialisasi itu, Ferry mengajak mahasiswa maupun dosen dari jurusan ilmu tanah yakni Ronny Soputan, Yosua Jofi Tanda, Priscillia Jacoba, dan Kezia Clarisa A.Putri Lalenoh.

“ Hal ini dilakukan, karena banyak kalangan rumah tangga di daerah itu langsung membuang limbah dapur begitu saja, sehingga menjadi salah satu penyumbang sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi lebih besar.

Padahal limbah dapur tersebut seperti kulit buah, sisa sayur-mayur, dan cangkang telur masih bisa dimanfaatkan untuk bahan membuat pupuk organik-kompos,”ujar Verry seperti yang dirilis wartakota.tribunnews.com.

Pengomposan sampah organik itu dapat dilakukan melalui teknologi Effektive Microorganism 4 (EM4) pertanian sehingga limbah organik dari dapur basah dan kotoran kandang sapi dapat diolah menjadi pupuk organik.

Melalui kegiatan pengomposan Tim program Kegiatan Pada masyarakat (PKM) ingin mengedukasi sekaligus melayani masyarakat agar lebih memahami tentang cara pembuatan kompos bokashi.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini