
Saat ini, sentra budidaya belut mulai menggeliat di Indonesia. Salah satunya bisa ditemui di Kendal Jawa Tengah. Para peternek yang memiliki kelompok beranggotakan 187 orang peternak yang berada di Kabupaten Kendal dan 20 orang petani belut yang berada di Kabupaten Batang.
Menurut peternak, budidaya belut ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Dan segi biaya pun tidak perlu terlalu banyak mengeluarkan modal jika dibandingkan dengan budidaya ikan jenis lainnya. Lahan sempit tidak menjadi persoalan dalam budidaya belut. Pasalnya, hewan ini bisa dipelihara di lahan yang sangat terbatas, sekali pun di dalam drum atau tong. Sedangkan secara teknis, budidaya belut hanya memerlukan perhatian dan pemeliharaan yag baik untuk media pemeliharaan berupa tanah sawah/lumpur, jerami, gedebog pisang dan probiotik (pupuk organik atau EM4 ).
Dalam setiap lapisan disiram dengan EM4 yang sudah dilarutkan. Komposisi larutan EM4 sebagai berikut, EM4 satu botol ( 1 liter ), molase/gula ¼ kg, dan Air 100 liter. Kemudian ketiga bahan tersebut dilarutkan atau difermentasi. Untuk Lumpur usahakan yang benar-benar lumpur bukan tanah yang dibikin jadi lumpur. Semua jenis lumpur bisa digunakan asal tidak mengandung kerikil dan pasir. Sebaiknya lumpur ini diambil dari area persawahan. Ambil lapisan lumpur yang paling atas di area persawahan (bahasa jawa: endut). Olah lumpur ini sampai menjadi bubur lumpur yang encer, baru bisa digunakan untuk media belut.
Jerami bisa digunakan segala jerami, tapi sebaiknya cari yang sudah membusuk. Potong-potong dulu jerami ini sepanjang 5 cm. tebar dalam kolam secara merata. Kemudian, Gedebok Pisang digunakan yang paling bagus yakni gedebok yang sudah busuk, tapi yang baru tebang pun bisa digunakan. Cincang gedebok setebal 5 cm, baru disusun di dalam kolam.
Cara pembuatan media fermentasi di luar kolam. Bagi yang menggunakan drum bisa menggunakan cara ini dengan bahan-bahan, jerami dipotong kecil-kecil 20 %, gedebog pisang dicincang 30 %, lumpur 50 %, larutan EM4. Caranya, jerami dan gedebok pisang di hamparkan diatas plastik atau terpal dengan ketinggian 20 cm kemudian disemprot dengan larutan EM4. Setelah itu ditutup dengan plastik selama 10 hari. Setiap hari media dibalik agar suhu tidak terlalu panas. Kemudian masukan media tersebut ke dalam kolam sesuai dengan susunan d iatas.
Di saat adaptasi (0-30 hari setelah tebar benih) pasti akan terjadi kematian. Itu wajar asal tidak lebih dari 20%. Untuk menekan angka kematian tersebut, para petani Kendal sudah menemukan penangkalnya (formulanya). Yaitu dengan menggunakan EM4 yang difermentasi. ‘’Dan ini sudah dibuktikan, ternyata berhasil,’’kata Suyono salah satu petani Kendal. Setelah 2 bulan dari tebar benih, sebaiknya belut diberi vitamin biar nafsu makanya bertambah dan juga untuk menghilang jamur yang ada di tubuh belut. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya vitamin diberikan secara kontinyu.
Hasil dari panen ke-2 dan ke-3 keuntungan semakin besar, karena hanya perlu modal pakan, EM4, vitamin dan batang pisang. Mau untung besar, pakai saja EM4 produksi ternak belut pasti berlimpah dan untung besar.https://linktr.ee/em4