Lengis Arak Nyuh Cikal Bakal Minyak Bokashi

0
186
Minyak Oles Bokashi, produk unggulan dari Industri Obat Tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer yang kaya khasiat untuk menjaga kesehatan semakin digemari komsumen.

Lengis Arak Nyuh sebagai cikal bakal Minyak Oles Bokashi yang dikembangkan Dadong Bandung (Nenek Pak Oles) dari Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng tahun 1900, saat beliau baru berumur 20 tahun sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Tugas sebagai seorang ibu rumah tangga cukup berat membesarkan dan merawat anak di tengah keterbatasan pengetahuan kesehatan dan fasilitas kesehatan, membuat dirinya dipaksa oleh keadaan untuk belajar cara mengobati penyakit ringan seperti luka, koreng, sakit kulit, sakit perut, digigit serangga, sakit pinggang, sariawan dan herpes, dengan menggunakan Lengis Arak Nyuh hasil ramuannya sendiri.

“Ramuan tersebut dikembangkan berdasarkan pengalamannya sendiri, menggunakan bahan bumbu dapur dan rempah untuk boreh (lulur), yang dikenal dengan sinrong (isinya rong, tempat bumbu rempah), yang merupakan kombinasi dari aneka rempah dan kelapa yang disimpan di atas perapian dapur,” kata Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang berhasil mengembangkan Lengis Arak Nyuh ramuan minyak tanaman obat yang difermentasi secara alami di atas tungku dapur tradisional warisan leluhur bertransformasi menjadi Minyak Oles Bokashi dengan sentuhan teknologi Effective Microorganisme (EM) dari Jepang.

“Obat tradisional bahan ramuan dari tumbuhan, bahan hewan, mineral, sediaan sarian (balenik) atau campuran bahan yang digunakan untuk pengobatan berdasarkan jamu yang digunakan secara turun-temurun,” kata Dr. Wididana ketika tampil sebagai salah satu pembicara utama pada webinar Sharing Knowledge (berbagi pengetahuan) OTA Jamu “Pemanfaatan Ramuan Empiris Indonesia Sebagai Proyek Diminati Masyarakat” yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melibatkan 250 peserta lintas provinsi di Indonesia, belum lama ini.

Setelah tiga bulan, rempah sinrong dan kelapa diasapi, yang merupakan proses fermentasi melalui pengasapan tersebut, selanjutnya dilakukan distilasi, yaitu penyulingan sederhana dengan menggunakan ceret dari gerabah, yang dipanasi dengan lampu dari minyak kelapa bersumbu kapas yang dililit.

Tetesan minyak distilasi dialirkan dengan menggunakan pipa dari buluh bambu kecil, selanjutnya ditampung dalam mangkuk dari tempurung kelapa. Minyak tetesan distilasi sederhana tersebut diberi nama Lengis Arak Nyuh, yang berarti minyak kelapa fermentasi rempah, yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga di jaman dulu.

“Saat Dadong Bandung dan keluarga besarnya, serta kerabatnya di Desa Bengkel merawat anak-anak dan anggota keluarganya dengan cara tradisional, sebagai obat serba guna. Pada waktu itu, Lengis Arak Nyuh merupakan minyak ramuan keluarga yang sangat dibanggakan keluarga dan masyarakat Desa Bengkel, yang dibagikan secara cuma-cuma, untuk mereka yang membutuhkannya, bukan untuk dijual,” tutur Pak Oles.

Mereka yang datang meminta beberapa tetes Lengis Arak Nyuh dengan mengatakan “nunas tamba”, yang artinya minta obat kepada peramunya. Kata tersebut merupakan kebanggaan bagi Dadong Bandung bisa memberikan minyak obatnya untuk digunakan oleh orang lain menyembuhkan penyakit.

Kebanggaannya memberi tersebut nilainya lebih mahal dari pada uang, saat diketahuinya bahwa obat yang diberikannya tersebut bisa menyembuhkan penyakit, yang merupakan nilai kebahagiaan dari seorang penyembuh yang berhasil membuat orang sakit menjadi sehat.
Nilai kekerabatan di desa menjadi semakin erat, karena berlangsung hubungan saling memberi, saling menyayangi dan saling toleransi, saling tolong-menolong antar keluarga Dadong Bandung dan masyarakat desa dengan media Lengis Arak Nyuh, minyak obat, minyak tamba yang mempersatukan kerukunan dan kekerabatan masyarakat Desa Bengkel.

Minyak Oles Bokashi yang kini dikenal dengan Minyak herbal asli Bali mempunyai khasiat meringankan pegal linu, meredakan bisul, gatal, bengkek akibat gigitan serangga, sebagai campuran mandi rempah dan membantu mengurangi bau tidak sedap telah dimanfaatkan di pasaran lokal Bali, pasaran nasional dan mancanegara telah didaftarkan di empat negara yakni Indonesia, Thailand, Singapura dan Malaysia.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini