PT Sido Muncul Kembangkan Produk Inovatif Jadi Ramuan Empiris

0
180
Apt. Wahyu Widayani, S.Si. ketika tampil sebagai salah seorang pembicara pada webinar Sharing Knowledge “Pemanfaatan Ramuan Empiris Indonesia sebagai Proyek Diminati Masyarakat.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Semarang, Jawa Tengah, produsen jamu terbesar di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 70 tahun, dengan distribusi di 109 titik sejak awal mengembangkan produk-produk inovatif menjadi ramuan empiris.

“Produsen jamu terbesar dan termodern di Indonesia, mempunyai pangsa pasar terbesar untuk katagori produk jamu tradisional memiliki produksi lebih dari 300 jenis, pada awalnya adalah produk inovatif ramuan empiris,” kata apoteker Penanggung Jawab Teknis PT Industri Jamu tersebut, Apt. Wahyu Widayani, S.Si. ketika tampil sebagai salah seorang pembicara pada webinar Sharing Knowledge “Pemanfaatan Ramuan Empiris Indonesia sebagai Proyek Diminati Masyarakat” yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang melibatkan 250 peserta lintas provinsi di Indonesia, bru-baru ini.

Ia mengatakan, perusahaan pada awalnya sekitar tahun 1953 itu mengembangkan produk-produk inovatif menjdi ramuan empiris yang mampu menjangkau masyarakat luas yang akhirnya mampu memberikan manfaat untuk meningkatkan inum tubuh dan kesehatan.

“Dari produk inovatif yang kami kembangkan menjadi empiris sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang juga tergolong baru saat itu, pada awal-awal berdiri memang benar-benar didasari penelitian dari warisan leluhur yang kemudian dikembangkan,” tutur Wahyu Widiani.

Ia menambahkan, dari usaha jamu yang berkembang dan berganti generasi sejak awalnya sebagai jamu, pernah disebut sebagi obat herbal, obat asli Indonesia, bahan alam dan obat tradisional.

Bahkan kini dengan Undang-Undang (UU) Kesehatan No.17 tahun 2023 namanya kembali menjadi obat bahan alam, yang sebenarnya mirip dengan sebelumnya, namun sedikit ada tambahan.

Difinisi menurut UU adalah bahan ramuan atau produk yang berasal dari sumber daya alam berupa tumbuhan, hewan atau bahan lain dari sumber daya alam atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun temurun yang sudah dibuktikan berkhasiat aman dan bermutu digunakan untuk memelihara kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan atau pemulihan kesehatan berdasarkan pembuktian secara empiris atau ilmiah.

Dengan demikian definisi sekarang menjadi lebih luas, kami telah mencoba
mencari apakah UU tersebut ada data empiris ternyata tidak ada. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia empiris itu berdasarkan pengalaman, terutama yang diperoleh dari penelitian, percobaan atau pengamatan yang telah dilakukan.

Dengan demikian sebenarnya sudah cocok sekali dengan kondisi indonesia mengembangkan jamu tradisional bahan alam, meskipun awalnya berdasarkan coba-coba, yang akhirnya menemukan secara tidak sengaja, atau setelah minum sesuatu tumbuhan ternyata mempunyai khasiat bagi kesehatan.

Wahyu Widiani dengan nada bertanya menambahkan, bagaimana kita mengilmiahkan inovasi yang tadinya empiris prinsip yang harus dilakukan yang pertama memang cukup jelas, regulasi seperti kita ketahui regulasi di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tentang melakukan inovasi jangan sampai keluar dari regulasi yang telah digariskan.

Kedua mengutamakan segi keamanan dan khasiat, adalah dasar-dasar dari inovasi, kemudian kalau dibisnis tentunya akan dilihat dari sisi ekonomi, apakah sesuatu yang inovasikan itu memiliki daya saing dari sisi bisnis, ketika melakukan inovasi produk.

Semua hal itu sebenarnya bisa dikembangkan, dilakukan untuk kami membagi dalam berbagai bagian ini, ada beberapa sesi yang mungkin setiap perusahaan ada lebih atau tidak, apa yang kami alami di PT Sido Muncul dari sisi bahan baku, inovasi, kemasan, formula, prospek dan pemasaran, tutur Wahyu Widayani.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini