Ratusan siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Saraswati 3 Denpasar saat melakukan kunjungan ke Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Sebanyak 122 siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Saraswati 3 Denpasar didampingi delapan guru pembimbing mengadakan kunjungan ke Industri Obat Tradisional (IOT) PT Karya Pak Oles Tokcer (KPOT) di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, daerah pesisir utara Pulau Bali.

Kunjungan ratusan siswa ke perusahaan swasta nasional berbasis obat-obatan tradisional yang merupakan terbesar di Bali itu dipimpin Apt Ketut Hery Tonik,S.Si, M.Farm dan sejumlah guru pengajar SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar.

Kunjungan ratusan siswa dan guru pengajar itu diterima oleh Apoteker Penanggung Jawab Industri Obat Tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer plan 2, Apt. Endah Widyowati, S.Si, didampingi Kepala Pusdiklat Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali I Ketut Jadiasa, S.Sos dan staf Quality Control pabrik tersebut, I Nyoman Okta Parsida.

Penerimaan tamu tersebut dilakukan di aula Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali sekaligus “welcome drink”, pemaparan materi, serta diakhiri dengan makan siang bersama.

Kunjungan siswa-siswi SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar sempat meninjau hamparan tanaman herbal dan pabrik yang berbasis obat-obatan tradisional guna mendapatkan pemaparan tentang herbal medik dan melihat dari dekat kebun herbal pada hamparan yang cukup luas di Desa Bengkel.

Selain itu, ingin mendapatkan penjelasan tentang obat bahan alam (farmakognosi), implementasi aspek menyangkut Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan melihat dari dekat kebun herbal di Desa Bengkel.

Endah Widyowati, apoteker pertama KPOT yang didirikan oleh Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr tahun 1997 atau 26 tahun yang silam pada kesempatan itu menjelaskan tentang pemakaian beberapa jenis herbal untuk tujuan pengobatan.

Selain itu juga memaparkan tentang industri obat tradisional serta proses pembuatan obat-obatan tradisional di pabrik IOT PT Karya Pak Oles Tokcer.

Ratusan siswa-siswi dan sejumlah guru pendamping juga sempat melihat dari dekat hamparan kebun tanaman obat dan proses produksi Minyak Oles Bokashi dari pengolahan simplisia yang meliputi penyortiran, pencucian, perajangan, penjemuran, penepungan sampai pengemasan produk ke dalam botol.

Maksud kunjungan ke pabrik herbal obat pak oles antara lain ingin mendapat paparan tentang Obat bahan alam (farmakognosi), implementasi aspek CPOTB dan melihat kebun herbal yang ada di desa Bengkel.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini