Pak Sulham: Budidayakan Ikan Nila Sentuhan EM4 Lancar-Eksis Sejak 20 Tahun Silam

0
131
Seorang pekerja di Sulham Farm sedang memberi pakan ikan Nila dengan sentuhan EM4 membuat pertumbuhan ikan cepat besar, gemuk dengan rasa gurih tidak berbau lumpur.

Lahan kolam yang tertata rapi untuk membudidayakan ikan nila seluas lima hektar, dilakukan sosok pria pekerja keras Pak Sulham (57) di Dusun Selewat , Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan sentuhan teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4) perikan mampu menghasilkan ikan air tawar secara organik rasa gurih, nikmat, bebas dari bau lumpur dan bau amis.

“Kegiatan yang ditekuni sejak tahun 2003, atau 20 tahun yang silam, delapan tahun belakangan ini khusus memanfaatkan bakteri fermentasi (microorganisme) yang sebelumnya menggunakan berbagai jenis produk, namun EM mampu memberikan hasil yang melimpah dan memuaskan,” tutur pemilik dan pengelola Sulham Farm, Pak Sulham ketika menerima kunjungan tim youtobe PT Songgolangit Persada dari Bali.

Kunjungan tim tersebut dipimpin Kepala Pemasaran PT Songgolangit Persada Cabang Bali , Irkham Rosidi didampingi marketing Dewa Suriada, Manajer Pak Oles Green School, Ir. Koentjoro Adijanto, Putu Wirnata dan Made Astawa.

Aktivitas budidaya ikan nila mulai dari sekmentasi pembenihan ikan nila, pendederan, pembesaran, perawatan air kolam semuanya menggunakan sentuhan produk EM4. Perusahaan yang memasok kebutuhan ikan nila segar, rasa gurih dan enak bagi masyarakat luas di Kota Mataram melakukan pembibitan secara mandiri (swadaya).

Sulham menjelaskan, pihaknya yang saat ini menggunakan tenaga kerja sebanyak 20 orang melakukan pembenihan ikan nila dengan produksi rata-rata dua juta ekor larva setiap bulan. Bibit ikan nila dalam jumlah besar dipindaahkan ke kolam khusus budidaya dengan mitra kerja yang sudah terjalin baik tersebar di wilayah Lombok Tengah.

Segmen yang kedua adalah pendederan yakni memproduksi benih gelondongan sampai sise 50 gram/ekor yang telah dipelihara selama dua bulan. Setelah ikan nila berat 50 gram seterusnya dipindah ke segmentasi pembesaran sampai sise 3, 4, 5 dan 6 dengan berat ke-4 jenis itu rata-rata sekilogram dipasarkan ke konsumen masyarakat sekitarnya.

Ikan nila yang dibesarkan secara organik berkat sentuhan EM4 perikanan memiliki rasa gurih, enak dan nikmat bebas dari amis, bau tanah dan rasa lumpur sangat disenangi masyarakat sekitarnya, karena pasar lokal setiap harinya membutuhkan pasokan ikan segar cukup banyak, sehingga pemasaran ikan nila hasil produksi sangat lancar, tutur Sulham.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini