
Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Teknologi Effective Microorganisms (EM) di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng sempat dilirik masyarakat terutama karyawan perusahaan dan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) menjelang purna tugas.
“Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali telah menamatkan 5.500 orang yang bersertifikat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta dari Malaysia,” kata Instruktur EM IPSA Bali, Ir. I Gusti Ketut Riksa.
Ia yang juga staf ahli PT Songgolangit Persada menjelaskan, di luar peserta yang mengikuti pelatihan pertanian organik berbasis teknologi EM itu juga bertandang ke IPSA Bali sebanyak 10.000 orang.
Mereka mengunjungi pusat pengembangan pertanian organik pertama di Bali pada hamparan yang cukup luas itu untuk mengenal teknologi EM dan tanaman langka berkhasiat obat yang berhasil dihimpun dan dikoleksi Pak Oles.
Pusat kebun tanaman herbal dan objek wisata pertanian organik yang berada dalam satu hamparan lahan yang cukup luas dengan Villa IPSA, Pusdiklat EM, pabrik PT Karya Pak Oles Tokcer, sebuah perusahaan swasta nasional yang berbasis obat-obatan tradisional yang merupakan terbesar di Bali dan PT Songgolangit Persada yang memproduksi pupuk hayati (EM4) pertanian, peternakan, perikanan dan pengolahan limbah.
Pusat kebun tanaman herbal dan objek wisata pertanian organik, lokasinya berundang-undang (terasering) di atas hamparan lahan seluas tujuh hektar ditata sedemikian rupa, ditanami ratusan jenis tanaman herbal berkhasiat obat sehingga lingkungannya menjadi hijau dan lestari.
Pengembangan tanaman herbal tersebut dirintis pakar pertanian organik, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr merupakan kebun herbal terbesar dan terlengkap di Pulau Bali.
Objek wisata pertanian organik dirintis sejak tahun 1997, atau 26 tahun yang silam diharapkan semakin menarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri, setelah Villa IPSA berkolaborasi menjadi tempat latihan yoga bertaraf nasional dan internasional.
Villa IPSA juga didukung alam pertanian yang indah mempesona dan sarana infrastruktur yang tersedia, berupa bangunan aula, pendopo untuk berlatih bersama, dan ruang terbuka, yang bisa menampung orang berlatih yoga sebanyak 300 orang.
Wisatawan dalam dan luar negeri yang mengunjungi kebun herbal sekaligus dapat bergabung untuk menikmati latihan yoga yang digelar secara rutin setiap Sabtu dan Minggu.https://linktr.ee/em4