Staf Ahli: EM Berdampak Baik Terhdap Kehidupan Manusia

0
87
Wayan Manuh menunjukkan buah melon hasil kebunnya yang menggunakan aplikasi EM4 dikawasan Jimbaran, Badung-Bali.

Staf Ahli PT Songgolangit Persada, Ir. I Gusti Ketut Riksa menilai, banyak kalangan tetap menyakini teknologi Effetive Microorganisms (EM) dapat berdampak semakin lebih baik terhadap kehidupan umat manusia di muka bumi. “Semua mujizat itupun akan bermunculan setelah kondisi lingkungan alam berangsur-angsur membaik,” ujar Gusti Ketut Riksa yang juga Instruktur EM pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Ia mengatakan, pengalaman lain yang sulit diterima dengan akal sehat, yakni pada kebun tomat seluas 30 are yang dikembangkan di Desa Landih, Kabupaten Bangli, Bali, semua tomat diperlakukan sama yakni memakai pupuk bokashi dan hanya satu tanaman tomat yang berbuah sangat besar, padat tanpa rongga. Pada tanaman tomat yang lain ukuran buah biasa-biasa saja, namun daging buah tomat lebih padat dan tebal dibandingkan tanaman tomat lainnya.

Gusti Ketut Riksa menambahkan, dengan pupuk organik bokashi buah tomat dapat bertahan lebih lama, meski disimpan dalam suhu sebatas kamar. EM4 dalam bidang pertanian dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk bokashi padat, pupuk bokashi cair, FPE/EM 5, bio urin, bio pestisida, bio fungisida dan bio desinfektan. Dalam sektor peternakan dapat dimanfaatkan untuk membuat pakan daur ulang, silase EM jamu ternak. Sementara dalam sektor perikanan dapat digunakan untuk menjaga kualitas air, jamu ikan serta pakan alternatif.

Jarang orang percaya sebelum mencobanya, oleh karena itu coba dulu dengan baik. Penelitian Prof. Dr. Teruo Higa dengan staf ahlinya telah menemukan hal-hal yang mujizat antara lain, rata-rata produksi beras secara konfensional di Jepang sebanyak 5 ton/hektar
Dengan teknologi EM bisa mencapai 7 ton per hektarnya. Setelah diberikan konsumsi mewah, masih dengan teknologi EM produksinya 27 ton dan tidak terlalu sulit untuk mencapai 30 ton perhektarnya.

Pada tanaman mentimun ditemukan buahnya 4 biji setiap ruasnya, pada jagung didapat 8 tongkol sepohonnya. Tomat ceri biasanya berbuah 30 biji sepohonnya, dengan konsumsi mewah ternyata mampu berbuah 300 biji per pohon. Semua itu pada saat sekarang saya menganggap sebagai isyarat tuhan karena yang dicapai saat ini belum sampai pada produksi potensial.

“Dari setengah hektar tanaman tomat yang saya tanam sendiri, setiap pohon saya perlakukan sama yakni pemberian bokashinya ditakar, ternyata satu pohon diantaranya berbuah sebesar lepekan kopi, padat, nyaris tanpa rogga. Tanaman lainnya bisa biasa saja hanya lebih keras dari biasanya,” tutur Gusti Ketut Riksa.

Prof Higa juga mengatakan bahwa dari 3 hektar tanaman pirnya satu pohon diantaranya berbuah besar-besar, rata-rata satu kilogram sebijinya. Staf ahlinya tidak menemukan apa yang menyebabkan keberhasilan tersebut.https://linktr.ee/em4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini