Master: Penekun Yoga Miliki Penuh Disiplin (1)

0
122
Master yoga, Gede Ngurah Wididana menyampaikan materi workshop dalam acara Buleleng Yoga Festival di Villa IPSA.

Master Yoga, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menilai, orang yoga atau penekun yoga adalah orang yang memiliki disiplin menyangkut waktu, disiplin terhadap dirinya sendiri, keuangan dan disiplin dengan keluarga.

“Kalau sepuluh persen saja dalam keluarga, organisasi atau dalam suatu negara bisa melaksanakan yoga, maka kita semua pasti disiplin,”kata Gede Ngurah Wididana yang juga Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer ketika tampil sebagai pembicara pada Workshop tentang Yoga Sembrani, rangkaian Buleleng Yoga Festival di Villa IPSA Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Ia mengatakan, dalam berorganisasi atau dalam tingkat pemerintahan sering terjadi kekacauan-kekacauan yang dalam zaman sekarang mengalami kegalauan atau tidak nyambung atau salah tangkap akibat tidak disiplin.

“Banyak masalah-masalah  kepemimpinan  atau menggerakkan organisasi tidak berhasil  seperti yang kita lihat di layar televisi atau atau media sosial, misalnya si ini berurusan dengan hukum, si itu berurusan dengan komisi pemberantasan korupsi (KPK), bahkan  sampai ada pembunuhan dan penipuan itu semuanya akibat tidak disiplin,”kata Dr. Wididana yang juga instruktur Yoga internasional.

Ia mengharapkan kita semua mulai disiplin dengan diri masing-masing. Jadi dalam yoga yang disebut penyelarasan tubuh, pikiran dan jiwa melalui gerakan-gerakan asana itu adalah teknik mendisiplinkan tubuh, pikiran dan jiwa.

Semua itu mendisiplinkan jiwa agar selaras dalam teknik-teknik yoga ditemukan hubungan antara pernafasan, yang dikenal dengan pranayama ,asana yang harus selaras dan disiplin dalam dirinya.

Semua itu ibaratnya melakukan introspeksi diri yang disebut dengan darana, diana dan samadi. Semua itu ada urutannya yang dasarnya adalah yama niyama jadi pikiran,  tingkah laku semuanya itu harus disiplin.

Disiplin dalam yoga disebut dengan tapa atau tapas, yakni bagaimana menghidupkan energi dalam tubuh, dalam bodi agar bersemangat, dan berdisiplin.

Semuanya bekerja dengan baik, yang mempunyai tugas menulis, menulis dengan baik, yang jadi polisi melaksanakan tugasnya dengan baik, demikian pula guru dapat mendidik dengan baik, pekerja dan pemimpin semuanya melaksanakan tugas dengan baik. Semua itu adalah intisari dari yoga, yang dimaksud dengan kerja atau kriya itu adalah disiplin.

Dengan disiplin baru bekerja dan menyerahkan diri beserta hasilnya kepada Tuhan, yang disebut dengan Iswara Pramidhana, tutur Pak Oles yang telah mengembangkan yoga Semberani kepada karyawan perusahaan yang berbasis obat-obatan yang merupakan terbesar di Bali sejak tahun 2000 atau 23 tahun yang silam.linktr.ee/pakolescom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini